Prodi Arsitektur UNIMAL Gelar Kuliah Umum "Arsitektur Pasca Bencana Berbasis Komunitas", Soroti Respon Darurat Banjir Bandang Aceh Tamiang

foto dalam berita

Bukit Indah, Lhokseumawe – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (UNIMAL) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk "Arsitektur Pasca Bencana Berbasis Komunitas: Arsitektur Komunitas di Fase Darurat Pasca Banjir Bandang di Aceh Tamiang" pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Teknik, Kampus Bukit Indah ini dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa Arsitektur UNIMAL dari semester IV, VI, VIII, serta mahasiswa Tugas Akhir (TGA).

Kuliah umum ini menghadirkan jajaran narasumber berpengalaman dari Arkom Indonesia (Arsitek Komunitas Indonesia), yaitu Yuli Kusworo, S.T., M.Sc. (Executive Director Arkom Indonesia), Puspitaningtyas Sulistyowati, S.T., M.T. (Koordinator Arkom Jatim), dan Cut Puan Tiszani Pasha, S.Ars. (Fasilitator Lapangan Arkom Indonesia). Acara ini dipandu oleh dosen Prodi Arsitektur UNIMAL, Yenny Novianti, S.T., M.T. selaku Moderator, serta dibuka oleh Qanitatul Isra Qamal, S.T., M.T. sebagai Master of Ceremony (MC).

Dalam pemaparannya, tim Arkom Indonesia membagikan pengalaman konkret mengenai penanganan dan respon cepat komunitas arsitektur dalam menghadapi fase darurat pasca bencana banjir bandang yang menerpa wilayah Aceh Tamiang.

Narasumber menekankan bahwa bencana alam seperti banjir bandang tidak sekadar meninggalkan luka fisik pada bangunan atau infrastruktur permukiman, melainkan membawa dampak yang jauh lebih mendalam terhadap psikologis, sosial, dan keberlangsungan hidup para penghuninya (user).

"Bencana banjir bandang merobohkan dinding dan merusak struktur, tetapi luka mendasar yang sering terabaikan justru dialami oleh manusia di dalamnya. Pendekatan arsitektur komunitas hadir untuk menjembatani pemulihan tersebut—bukan hanya membangun kembali fisik yang rusak, melainkan memulihkan keberdayaan masyarakat terdampak," ungkap tim Arkom Indonesia di hadapan para peserta.

Melalui sesi diskusi yang interaktif dan hangat, para narasumber membuka ruang dialog berdasarkan fakta serta dinamika nyata yang dihadapi saat mendampingi korban banjir bandang di lapangan. Pemaparan ini membuka pemikiran mahasiswa mengenai bagaimana arsitek berinteraksi, mendengarkan kebutuhan warga, melakukan pemetaan partisipatif, hingga merancang hunian darurat atau fasilitas publik sementara yang sesuai dengan karakter budaya lokal.

Dosen Prodi Arsitektur UNIMAL sekaligus Moderator acara, Yenny Novianti, S.T., M.T., menyampaikan bahwa topik ini sangat krusial bagi calon arsitek muda UNIMAL agar tidak melihat arsitektur semata-mata sebagai produk estetika atau komersial.

Di akhir sesi, tim Arkom Indonesia dan civitas akademika Arsitektur UNIMAL memberikan pesan penekanan mendalam bagi seluruh mahasiswa. Profesi arsitek memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan yang nyata. Arsitek dapat merespon serta mengambil peran aktif melalui gerakan berbasis komunitas (community-based architecture) untuk membantu wilayah-wilayah yang terpukul oleh bencana alam.

Kuliah umum ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang antusias, serta foto bersama antara narasumber, dosen, dan seluruh mahasiswa peserta di Auditorium Fakultas Teknik UNIMAL.

Program Studi Arsitektur

Kampus Utama Cot Tengku Nie Reuleut,
Muara Batu, Aceh Utara,
Provinsi Aceh, Indonesia
Telp : +62.645.41373
Fax : +62.645.44450

arsitektur@unimal.ac.id

Statistik Pengunjung

Civitas Akademika

Link Literasi