top wysiwyg web page maker

Sayembara Desain Mesjid Pemalang

1 Juni - 1 Agustus 2016

Tim: Atthaillah & Muhammad Iqbal

Status: Entry Sayembara


Konsep:

Sebagai langkah awal, Mesjid Agung Kota Pemalang ini didesain dengan menentukan lokasi yang paling baik untuk area suci atau area ibadah. Area suci ini didesain sedemikian rupa supaya tidak menghadap area kuburan. Selanjutnya, dimensi area suci diterjemakan dari total jumlah rakaat shalat wajib dalam sehari semalam yaitu 17 rakaat. Ruang suci ini akan terpisah dari ruang lainnya untuk fungsi-fungsi sosial oleh pembatas waterfall wall. Waterfall wall juga bertujuan untuk penciptaan atmosfir kontemplatif dalam beribadah, perbaikan iklim interior dan heat reducer. Ruang suci dan non-suci diangkat dari groundfloor oleh 5 structural cones. 5 Structural cones ini sebagai penerjemahan lima waktu shalat wajib dan lima rukun Islam.


Mesjid ini didesain dengan konsep mengoptimalkan ruang publik dan fungsi-fungsi sosial selain fungsi ibadah kedalam area mesjid. Ruang publik akan diletakkan di lantai dasar/groundfloor. Ruang publik didesain dengan konsep sinergetic hybrid untuk menciptakan kegiatan yang bervariasi. Sinergetic hybrid adalah konsep mendesain satu ruang untuk banyak kegiatan. Ruang publik ini juga akan membuka akses yang lebih baik dengan lingkungan sekitar seperti dengan alun-alun, lingkungan pemukiman dan kompleks kuburan. Untuk dapat mencapai permeabiitas yang lebih baik maka mesjid ini didesain dengan no fencing. Hal ini dapat menciptakan kesan non-rejection atau welcoming dari sebuah mesjid.


Menara mesjid didesain untuk dapat menjadi orientasi kiblat bagi lingkungan sekitar dan identitas lokal melalui abstraksi bentuk setengah joglo.


Visi Desain:

Water Cube Mosque ini akan menjadi wadah bagi masyarakat kota Pemalang untuk Play, Learn and Pray. Kata Play and Learn bermakna sosial yang merupakan penerjemahan konsep hablumminnas. Sedangkan Pray adalah bermakna segala kegiatan yang bertujuan hablumminallah.


Play and Learn dapat terjadi di ruang publik yang berada pada groundfloor. Waterfall wall juga bertujuan sebagai point of attraction untuk menarik masyarakat mendatangi mesjid ini. Sementara Learn and Pray dapat terjadi di ruang-ruang diatasnya.


Dengan Play, Learn and Pray diharapkan dapat membuat masyarakat Kota Pemalang yang memiliki Ukhuwah Islamiyah yang kuat dan Keimanan yang kuat pula. Hal ini akan berimplikasi untuk terciptanya masyarakat yang madani.


Dengan Play, Learn and Play juga diharapkan semua kelompok usia masyarakat (dari anak-anak sampai orang tua) akan senang untuk menghadiri mesjid. Dengan ini diharapkan akan tumbuh rasa cinta terhadap mesjid sehingga konsep memakmurkan mesjid dapat dicapai.


Entry Poster