best html web page creator software

EKSKURSI 01: Thailand, Malaysia & Singapore

Akhir Januari 2016

Jumlah Peserta 30 Orang Terdiri Dari Dosen Dan Mahasiswa


Sinopsis:

Tiga negara yang menjadi destinasi studi Arsitektur Mahasiswa Unimal yang pertama kali ini terselenggara di awal Tahun 2016 memiliki pembelajaan keilmuan arsitektural yang lebih mudah dipahami dibanding dengan destinasi ekskursi arsitektural lainnya di luar Indonesia.


Selain venue antar objek arsitektural berdekatan antar tiga negara yang dapat ditempuh melalui jalan darat, ekskursi perdana ini memiliki besaran biaya yang terjangkau bagi ekonomi sebagian besar kalangan mahasiswa Arsitektur Universitas Malikussaleh selama 6 Hari 7 Malam.


JALUR DESTINASI


Medan >>> Pulau Pinang >>> Songkhla >>> Hat Yai >>> Kuala Lumpur >>> Melaka >>> Johor Baru >>> Singapura >>> Pulau Pinang >>> Medan

SONGKHLA, THAILAND (Urban Utopia)


 Studi ekskursi bertitik tolak dari Kota Medan Sumatera Utara melalui Bandara Internasional Kualanamu Jam 7.00 WIB menuju Pinang Internasional Airport, Pulau Pinang Malaysia.Kemudian perjalanan diteruskan langsung menuju Kota Songkhla, Thailand. Di kota ini peserta studi ekskursi disuguhkan oleh cerita legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat tentang sosok Naga yang memberkahi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Selain disebut " City of Mermaid", Kota Songkhla Juga disebut " City of Dragon". Patung Naga terbagi atas tiga bagian yang terpisah yaitu Kepala, Badan, dan Ekor Naga yang terletak di beberapa titik di Kota Songkhla.Salah satunya adalah Kepala Naga yang terletak di danau Songkhla. Kepala Naga menyemburkan air ke danau, dimana air danau tersebut merupakan perpaduan antara air tawar dan air laut.


HAT YAI, THAILAND (Urban Fenomenology)


​Setelah menapakkan kaki di Kota Songkhla, peserta studi ekskursi bertolak menuju Kota Hat Yai, Thailand. Di kota ini peserta disuguhi oleh Fenomena Kota yang hidup sepanjang panjang malam oleh aktivitas ekonomi, baik kantung-kantung kota pinggir jalan yang berisi dengan lapak-lapak kaki lima yang tertata, kios-kios jasa perawatan tubuh hingga sisi ‘underground’ ditawarkan pada para wisatawan yang sepertinya berkesan dilegalkan oleh pemerintah setempat. Di kota ini, terasa begitu akrab seperti keberadaan ruang yang telah lama ditempati. Para wisatawan disambut dengan senyuman sebagai tanda keramahtamahan seakan-akan sedang bertetangga di tepat tinggal yang sama. Karena wisatawan merupakan faktor penting akan keberlangsungan keberadaan gempita kota yang didominasi oleh aktivitas ekonomi barang dan jasa. Para peserta studi ekskursi diharapkan mampu mengambil makna dari produksi ruang arsitektural yang sengaja diciptakan memiliki fenomena tertentu sehingga lahir suatu citra kota yang begitu kental dibalik keberandaannya. 

Petronas Twin Tower, KLCC (Urban Landscape Architecture)


 Setelah menginap satu malam di Kota Hat Yai, Thailand, peserta studi ekskursi bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia. Para peserta studi ekskursi langsung menapaki KLCC (Kuala Lumpur City Centre) yaitu kompleks pusat kota Kuala Lumpur dimana terletak Petronas Tower (Twin Tower) yang terkenal di dunia itu.  Lingkungan KLCC dikelilingi gedung perkantoran, pusat perbelanjaan kalangan atas (Suria Mall), gedung galery wisata Negara Malaysia dan Petronas Tower serta taman kota yang luas dengan fasilitas air mancur menari (Dancing Fountain) yang dapat dinikmati dari jam 9.00 pagi hingga 22.00 waktu Malaysia.  Di tempat ini, peserta studi ekskursi diharapkan dapat mengambil makna atas penataan pusat kota sebagai situs kebanggaan negara (Building as A Landmark of the Country) yang dapat dinikmati oleh wisatawan manca negara. Disana para peserta studi ekskursi dapat merasakan langsung lingkungan binaan pusat kota yang di klaim memiliki kesan genius lociarchitechture yang kental akan modernitas suatu kota akan keberadaannya di dunia.


Masjid Putra


 Setelah singgah dari Istana Negara Malaysia, para peserta studi ekskursi bertolak ke Masjid Putra yang berada di lingkungan Kompleks Putra Jaya. Yaitu Kompleks Perkantoran Pusat Pemerintah Negara Malaysia. Setelah menunaikan ibadah Sholat Dzuhur dan Ashar, para peserta dipersilahkan waktu beberapa saat untuk mengamati karya arsitektural Masjid berserta lingkungannya.  Di tempat ini tidak hanya terdapat Masjid sebagai sarana ibadah semata, namun juga terdapat wisata kuliner yang memanfaatkan danau buatan sebagai view yang sangat menarik untuk menikmati lingkungan Kompleks Masjid Putra serta menambah suasana keakraban antar pengunjung sambil menyantap makanan yang disajikan


Melaka, Malaysia (Heritage City Centre)


​Dari Masjid Putra, Kompleks Perkantoran Pemerintahan Pusat Negara Malaysia Putra Jaya perserta studi ekskursi bertolak ke Kota Tua, Melaka. Ini merupakan salah satu kota warisan dunia (heritage city) di Negara Malaysia. Melaka adalah sebuah kota tua yang dulunya pernah dijajah oleh 3 negara, Portugis, Belanda dan Inggris. Dengan begitu kota ini arsitektur gedung-gedungnya menjadi sangat menarik karena ketiga gaya arsitektur negara bekas penjajahnya bisa anda temukan di kota ini. Demikian juga dengan makanannya, ada makanan ala Portugis, Chinese, India, Western Food dan masih banyak lagi. Melaka terkenal dengan wisata kulinernya. Sekilas sejarah kota Melaka, Portugis pertama kali mendarata di Melaka pada tahun 1511 dengan membawa pasukan sebanyak 1200 orang. Melaka langsung resmi menjadi tanah jajahan Portugis ditahun itu juga dan Melaka menjadi basis Portugis dalam upayanya untuk eskpansi ke India bagian timur. Lalu datanglah misionaris Francis Xavier ke Melaka untuk menyebarkan ajaran Katolik yang akhirnya nama misionaris ini dijadikan nama gereja, St. Francis Xavier church yang didirikan pada tahun 1849. Gereja Katolik yang tertua di sini adalah gereja St. Paul yang didirikan pada tahun 1710 di jaman pendudukan Belanda.  Dengan menapaki kota bersejarah Melaka, diharapkan peserta studi ekskursi dapat merasakan suasana penataan kota buatan Eropa di masa lalu serta memperkaya khasanah keilmuan sejarah arsitektur kota.

SINGAPORE


​Setelah menapaki Kota Tua Melaka, peserta studi ekskursi beranjak ke Kota Johor Baru, Malaysia untuk beristirahat satu malam untuk bersiap melanjutkan perjalanan studi ekskursi ke Singapura. Tak terasa pagi sudah menjelang, peserta studi ekskursi beranjak dari Johor Baru menuju Singapura.Kota pertama yang dituju di Negara Singapura ialah Merlion Park.


Merlion Park


​Area ini adalah destinasi utama setiap kali wisatawan mancanegara berkunjung ke Singapura. Merlion Park adalah area pusat kota Negara Singapura dimana terdapat landmark yang mendunia seperti air mancur patung kepala singa berbadan ikan (mythical Merlion) dan Marina Bay Hotel yang berada di pinggiran muara yang membelah daratan Singapura. Daerah ini merupakan lingkungan buatan yang disebut ‘sea town’ ditata sedemikian rupa menjadi pusat kegiatan perkantoran di Negara Singapura.Ketika berada di titik landmark tersebut, para pengunjung dapat menikmati kemegahan dan kemolekan susunan gedung bertingkat banyak seperti barisan personil tentara yang sipa menyongsong kejayaan.  Dengan adanya destinasi area ini bagi peserta studi ekskursi arsitektur Unimal diharapkan mahasiswa dapat melepaskan kekangan hal-hal yang dapat mengganggu proses perancangan dan dapat melahirkan pemikiran ide perancangan yang dinamis khususnya dalam khasanah perancangan perkotaan modern

Sentosa Island


Setelah menikmati landmark kota Singapura yang mendunia, tanpa membuang waktu lagi para peserta langsung bergerak menuju Sentosa Island. Pulau Sentosa yang luasnya sekitar 500 Ha merupakan salah satu Integrated Resort berupa pulau yang terpisah dari pulau utama Negara Singapura. Pulau ini bisa dibilang sebagai pusatnya hiburan di Negara Singapura karena di sini terdapat banyak sekali tempat hiburan menarik mulai dari atraksi, wahana, restoran, dan pantai.


Secara garis besar, atrakasi di Pulau Sentosa Singapura dibagi menjadi empat kelompok besar. Yang pertama adalah Imbiah Lookout yang berada di jantung Pulau sentosa. Di Cluster ini terdapat 8 tempat menarik untuk belajar dan memacu adrenalin seperti taman kupu-kupu dan serangga, Sentosa Nature Discover, Images of Singapore, The Merlion dan masih banyak lagi. Kedua adalah Siloso Point, di kawasan ini ada tempat untuk menikmati keindahan bawah laut. Ada juga laguna lumba-lumba, Combat Skirmish Live dan sebagainya. Berikutnya adalah kawasan pantai, Ini adalah salah satu kawasan pantai di Singapore yang banyak dikunjungi wisatawan. Di sini pengunjung dapat berjemur dan bermain di pantai yang tenang dan bersih. Yang terakhir adalah Resorts World Sentosa. Disinlah tempatnya tempat hiburan ternama berada, seperti Universal Studio, Marine Life Park dan Lake of Dream.

Orchad Road


Setelah beberapa waktu menapaki Pulau Sentosa, peserta studi ekskursi beranjak ke Pusat Kota Singapura yaitu Orchard Road. Di tempat ini adalah kawasan pusat kota yang dapat memenuhi kehidupan modern secara lengkap karena terdapat kawasan perkantoran, hotel, wisata kuliner hingga pusat perbelanjaan. Nama Jalan Orchard diambil dari perkebunan merica, pala dan buah-buahan di pertengahan tahun 1800-an. Pengembangan komersil daerah ini baru dimulai pada abad ke-20 terutama pada pertengahan tahun 1970-an.  Studi ekskursi di area ini bermaksud untuk memperkaya ilmu pengetahuan peserta studi ekskursi tentang tata ruang perkotaan, fasilitas kota, moda transportasi, sirkulasi pergerakan manusia dan barang hingga elemen-elemen arsitektural perkotaan dalam lingkup keilmuan Urban Lanscape Arsitektur. Disini peserta studi ekskursi dapat merasakan secara mental bagaimana substansi penataan kota modern yang dapat diharapkan meninggalkan jejak-jejak pemikiran yang melekat untuk digunakan saat menyelesaikan permasalahan perencanaan perkotaan yang mereka hadapi kelak.

Gardens By The Bay


 Setelah mengamati penataan pusat kota Orchard Road, sampailah peserta studi ekskursi pada destinasi terakhir di Negara Singapura, yaitu sebuah tempat pertamanan tebesar di Singapura tepatnya sebelah Selatan Marina,‘Gardens by the Bay’. Arsitekturnya luar biasa rumit, membutuhkan perhitungan tinggi, namun memiliki segi artistik yang mengagumkan. Oleh sebab itu, proyek ini telah beberapa kali memenangkan penghargaan, salah satunya Grant Associates. Arsiteknya saja mendapatkan penghargaan Wilkinson Eyre dan teknik strukturnya adalah Atelier 10, sehingga sangat layak menjadi destinasi utama pada penyelenggaraan studi ekskursi perdana ini untuk diamati dan dinikmati agar memperkaya pemikiran dalam merancang dalam keilmuan bidang arsitektur.


Taman ini akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu Bay South dan Bay East. Disini peserta studi ekskursi menemukan Supertrees (pohon raksasa buatan) dengan ketinggian 16 lantai. Pohon super ini menjulang ke angkasa hingga setara16 lantai bangunan yang bisa membawa wisatawan melihat keseluruhan kota. Pohon yang disebut sebagai pohon solar ini bisa mengumpulkan air hujan dan energi solar. Semantara di bagian Timur, wisatawanakan disuguhkan pemandangan hutan tropis, taman bunga, lokasi berjalan-jalan, hingga lokasi piknik dengan pemandangan perairan teluk Marina yang sangat indah. Area bagian timur ini bisa digunakan sebagai tempat melepas lelah, bermain bersama keluarga, atau bahkan melakukan aktivitas olahraga seperti jogging dan bersepeda.

​Pinang Island, Malaysia


Setelah puas pengamatan praktis melalui explanatory approach di dua kawasan studi di Thailand, empat kawasan studi di Malaysia; dan empat daerah kawasan studi ternama di Singapura, kemudian peserta studi ekskursi bertolak kembali ke Pinang Island (Pulau Pinang) untuk melakukan studi banding hasil karya tugas-tugas kuliah arsitektur di University Sains Malaysia (USM). Studi banding substansi hasil karya tugas-tugas arsitektur berguna untuk mengukur sejauh mana kualitas substansi karya arsitektur peserta studi ekskursi secara pribadi. Agenda studi banding ini sangat baik untuk mendongkrak jiwa persaingan antar mental peserta studi ekskursi untuk menjadi yang terbaik di lingkungan civitas arsitektur Unimal, lingkungan Kota Lhokseumawe pada khususnya, serta lingkungan antar universitas se-tanah air Indonesia pada umumnya.

Comparative Study (USM), Pinang Island-Malaysia

​Kegiatan studi ekskursi kali ini di awali dengan temu kenal dengan tim pengajar Universitas Sains Malaysia serta memahami sistem pembelajaran yang melatarbelakangi program studi jurusan arsitkturnya. Kemudian meninjau secara langsung hasil karya tugas-tugas arsitektur sebagai substansi penerapan keilmuan arsitektural hasil pengejawantahan penerapan kurikulum Jurusan Arsitektur Universitas Sains Malaysia secara touring melalui laboratorium perencanaan dan perancangan yang ada.  Dengan adanya studi banding pembelajaran keilmuan arsitektur di Universitas Sains Malaysia diharapakan agar peserta studi ekskursi terpacu, bersemangat dan sungguh-sungguh dalam menjalani pembelajaran keilmuan arsitektur di Program Studi Arsitektur Unversitas Malikussaleh.

Penutup


Setelah berakhirnya studi banding ke Program Studi Arsitektur University Sains Malaysia, Malaysia, peserta studi ekskursi bertolak pulang ke tanah air dengan membawa pembelajaran keilmuan arsitektur yang sangat berharga dan dapat dijadikan senjata dalam menyelesaikan tugas-tugas arsitektur di Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh tercinta.  Semoga Studi Ekskursi ini berlanjut di tahun depan (2017) yang Insha Allah rencananyaakan di selenggarakan dengan objek studi arsitektur yang berbeda yaitu di Negara Matahari, Jepang. Semoga niat baik ini terselenggara oleh kemudahan Allah SWT dan menjadi Agenda Tetap Jurusan Program Studi Arsitektur demi menyongsong kejayaan Program Arsitektur Program Studi Universitas Malikussaleh.